POPULASI MIKROB FUNGSIONAL PADA RHIZOSFER KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT RIAU

  • Morgan Ohiwal Program Studi Bioteknologi Tanah dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
  • Rahayu Widyastuti Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
  • Supiandi Sabiham Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB, Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680

Abstrak

Pertumbuhan kelapa sawit di lahan gambut dapat mempengaruhi keberadaan populasi mikrob. Eksudat merupakan salah satu senyawa organik yang dihasilkan oleh akar sawit di rhizosfer, yang digunakan sebagai nutrisi bagi mikrob untuk bertahan hidup di lahan gambut. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari populasi mikrob fungsional pada rhizosfer kelapa sawit berumur <6, 9−15, dan >15 tahun di lahan gambut. Populasi total mikrob tertinggi pada ketebalan gambut <3 dan >3m ditemukan pada umur kelapa sawit <6 tahun masing-masing sebesar 10.3 x 106 dan 5.7 x 106 CFU g-1. Populasi mikrob selulolitik pada ketebalan gambut <3 dan >3 m 17.4 x 104 dan 11.4 x 104 CFU g-1 ditemukan pada kelapa sawit <6 tahun. Populasi Azotobacter tertinggi 9.4 x 105 dan 12.5 x 105 CFU g-1 ditemukan pada umur kelapa sawit >15 tahun pada kedua ketebalan gambut. Populasi mikrob pelarut fosfat pada ketebalan gambut <3 dan >3m tertinggi pada umur kelapa sawit <6 tahun, masing-masing 11.4 x 104 dan 13.2 x 104 CFU -1. Populasi jamur tertinggi pada kedua ketebalan gambut (<3 dan >3m) adalah 11.4 x 104 CFU g-1 dan 17.3 x 104 CFU g-1 terdapat pada kelapa sawit <6 tahun. Populasi White-rot fungi 8.7 x 103 CFU g-1 terdapat pada kelapa sawit 9-15 tahun dan 9.4 x 103 CFU g-1 pada kelapa sawit >15 tahun. Populasi mikrob tertinggi dominan pada kelapa sawit <6 tahun.

Kata kunci: Populasi mikrob, kebun kelapa sawit, ketebalan gambut, rhizosfer

Diterbitkan
2017-04-10