JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengelolaan Tanah dalam Pengetahuan Lokal dan Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Masyarakat Arfak, Papua Barat

  • Merry Toansiba Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari-Papua Barat, 98314
  • Els Tieneke Rieke Katmo Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari-Papua Barat, 98314
  • Krisnawati Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari-Papua Barat, 98314
  • Yustina Linda Dina Wambrauw Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Papua, Jln. Gunung Salju Amban Manokwari-Papua Barat, 98314

Abstract

Lahan sebagai salah satu faktor produksi membutuhkan pengelolaan yang baik terutama di daerah Pegunungan Arfak yang bertopografi ekstrem. Keanekaragaman hayati yang tinggi di sini menjadikan wilayah ini sebagai daerah konservasi dan iklimnya membuat Pegunungan Arfak menjadi sentra produksi sayuran dataran tinggi di Provinsi Papua Barat. Penelitian di kampung Indud, Ubesia dan Taigei, ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana petani Arfak menerapkan pengetahuan lokal mereka, yakni konsep igya ser hanjob dalam mengelola tanah guna mendukung usaha tani sayuran dataran tinggi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode induktif dan teknik studi kasus untuk mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman 30 orang petani Arfak dalam sistem usahatani sayuran dataran tinggi yang dipilih dengan teknik snowball. Data dikumpulkan melalui wawancara (individu dan kelompok) dan pengamatan. Penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan tanah berkelanjutan dalam kegiatan usaha tani sayuran dataran tinggi berbasis pada konsep ekologi masyarakat Arfak, yakni igya ser hanjob. Konsep ini mengatur wilayah kelola yang tepat untuk keperluan pertanian subsisten dan menjamin keberlanjutan lingkungan serta keberlanjutan pangan bagi keluarga. Konsep ekologis tersebut disosialisasikan secara turun temurun oleh perempuan sebagai salah satu penjaga pengetahuan lokal masyarakat Arfak. Namun, dalam kenyataannya terdapat ancaman terutama pemekaran wilayah dan proses transfer pengetahuan terhadap praktik pertanian subsisten yang berkelanjutan berdasarkan konsep ekologi masyarakat Arfak.

 

Kata kunci: Igya ser hanjob, masyarakat adat arfak, pertanian berkelanjutan, pengetahuan lokal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akena A. 2012. Critical analysis of the production of western knowledge and its implications for indigenous knowledge and decolonization. Journal of Black Studies. [Internet]. [diunduh 2018 Juni 17]; 34 (6). Tersedia pada: http://jbs.sagepub. com/content/43/6/559

Ataribaba, Yuliana. 2018. Pola Pergeseran Nilai - Nilai Kearifan Lokal Sistem Perladangan Berpindah pada Masyarakat Arfak (Suatu kasus perladangan suku meyakh di kampung Waseki pop Kabupaten Manokwari provinsi Papua Barat. [Tesis]. Universitas Padjajaran. [Internet]. [diunduh 2021 Mei 14]. Tersedia pada https://repository. unpad.ac.id/frontdoor/index

Matualage A. 2016. Keefektifan Pembelajaran Sosial Kearifan Lokal Budidaya Ubi Jalar Di Kalangan Suku Arfak Kabupaten Manokwari. Kawistara. [Internet]. [diunduh 2019 Januari 20]. Tersedia pada https://doi.org/10.22146/kawistara.3907

Mugnisjah, Wahju Q. 2010. Prospek Pertanian Terpadu Sebagai Sistem Pertanian Berkelanjutan di Indonesia: Kasus Rekayasa Spasial di Kabupaten Cianjur. Dalam Chozin, M.A., Sumardjo, Purwanto Roedhy, Prubayanto Ari, Khomsan Ali, Fauzi Ahmad, Suminar B. Kudan, Toharmat Toto dan Hardjanto (Penyunting), Pembangunan Perdesaan dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. (hal 291301). Bogor (ID): IPB Press.

Mulyadi, Iyai D. 2016. Pengaruh Nilai Budaya Lokal terhadap Motivasi Bertani Suku Arfak di Papua Barat. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 5(1): 1829. https://doi.org/10.33230/JPS.5.1.2016.3916

Mulyadi, Sugihen B, Asngari, Pang S, Susanto D. 2009. Kearifan Lokal dan Hambatan Inovasi Pertanian Suku Pedalaman Arfak di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Jurnal Penyuluhan. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v5i1.9781

Purbokurniawan, Kubangun S, Noya, Widiastuti NAI. 2019. Zona pemanfaatan lahan pertanian “igya ser hanjob” di sekitar danau anggi Pegunungan Arfak, Papua Barat. Prosiding Seminar Nasional AgroteknologiJurusan Agroteknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Tersedia pada https://docplayer.info/200934114-Zona-pemanfaatan-lahan-pertanian-igya-ser-hanjob-di-sekitar-danau-anggi-pegunungan-arfak-papua-barat.html

Salosa ST, Suryanto P, Purwanto PH. 2014. Hutan Dalam Kehidupan Masyarakat Hatam Di Lingkungan Cagar Alam Pegunungan Arfak - Jurnal Manusia dan Lingkungan. [Internet]. [diunduh 2021 Mei 14] Tersedia pada: www. journal.ugm.ac.id

Santana K. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Edisi Ke-2). Jakarta (ID): Yayasan Pustaka Obor.

Tapi T, Ganjar K, Iwan S, Agus S. 2020. Shifting Cultivation of Arfak Farmer in Somi and Indisey Villages. Mimbar: Jurnal Sosial Pembangunan. 36(1): 175185. https://doi.org/10.29313/ mimbar.v36i1.5610

Wambrauw, Ludia T, Tebay S, Irbayanti DN, Maspaitela, Meliala E, Puspitasari A, Widiastuti N, Ahmad M. 2015. Profil Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Dan Perikanan Di Kabupaten Pegunungan Arfak. [Laporan Penelitian]. P3FED UNIPA, Manokwari. (16 Febuari 2019).

Williams, David, Muchena O. 1991. Utilizing Indigenous Knowledge system in agricultural education to promote sustainable agriculture. Jurnal of Agricultural Education. [Internet]. [diunduh 2019 Juli 7]. Tersedia pada: File:///H:/ Utilizing Indigenous Knowledge Sistem I. Pdf. https:// doi.org/10.5032/jae.1991.04052

Published
2021-06-28
How to Cite
Toansiba, M., Katmo, E. T. R., Krisnawati, K., & Wambrauw, Y. L. D. (2021). Pengelolaan Tanah dalam Pengetahuan Lokal dan Praktik Pertanian Berkelanjutan pada Masyarakat Arfak, Papua Barat. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 26(3), 370-378. https://doi.org/10.18343/jipi.26.3.370