JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Karakter Fisiologi dan Hasil dari Tanaman Ciplukan (Physalis angulata) Pada Perlakuan Pemupukan Fosfat dan Mikoriza

  • Nila Wahyunita Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No 61, Purwokerto 53123
  • Okti Herliana Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No 61, Purwokerto 53123
  • Ahmad Fauzi Laboratorium Agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No 61, Purwokerto 53123
  • Rosi Widarawati Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Perranian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No 61, Purwokerto 53123

Abstract

This study aimed to determine phosphate fertilizer and mycorrhiza dosages as well as the interaction of both treatments to the physiological character and the yield of ciplukan plants. The experiment was carried out from February to July 2020 on an experimental farm. The study used a Randomized Completely Block Design, consisted of two factors. The first factor was the dose of SP-36 fertilizer, containing 36% phosphate (P2O5), and the levels were P0 = 0% dose (0 kg/ha), P1 = 25% dose (75 kg/ha), P2 = 50% dose (150 kg/ha), and P3 = 100% dose (300 kg/ha). The second factor was the mycorrhizal dose, namely M0 = 0 g, M1 = 3 g, M2 = 6 g, and M3 = 9 g (containing 10 spores per 3 g). Each treatment combination was in triplicates. The measurement and observation data were analyzed using the analysis of variance (F-test), followed by Duncan's multiple range test with P-value = 0.05 and regression. The results showed that application of 75 kg/ha dose was equivalent to the application of 300 kg/ha. P uptakes at 75 kg/ha and 300 kg/ha dose of fertilizer were 22,03 ppm and 23,18 ppm, respectively. The plant growth rate was 12,39 g/cm2/week on the application of 75 kg/ha fertilizer and resulted in 14,24 g/cm2/week on 300 kg/ha dose. The mycorrhiza application was significantly different from the root infection at a dose of 6 g, namely 49.177%. There was an interaction between the dose of SP-36 fertilizer and the mycorrhiza on leaf chlorophyll content at a dose of 0% and 3 g mycorrhiza.

 

Keywords: Physalis angulata, mychorrhiza, phospate fertilizer, physiological character and yield

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adetya V, Nurhatika S, Muhibuddin A. 2018. Pengaruh pupuk mikoriza terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens) di tanah pasir. Jurnal Sains dan Seni ITS. 7(2): 7579. https://doi.org/ 10.12962/j23373520.v7i2.37251

Adil WH, Sunarlim N, Roostika I. 2005. Pengaruh tiga jenis pupuk nitrogen terhadap tanaman sayuran. Biodiversitas. 7(1): 7778.

Auge RM. 2001. Water relations, drought and vesicular-arbuscular mycorrhizal symbiosis. Mycorrhiza. 11: 3542. https://doi.org/10.1007/ s005720100097

Bano AHS. Dhaliwal V. Sharma. 2015. A pharmalogical comprehensive review on ‘rassbharry’ (Physalis angulata L). International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science. 8: 3034.

Damanik MMB, Hasibuan BE, Fauzi, Sarifuddin, Hanum H. 2011. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan (ID). 96 pp

Djazuli M. 2016. Pengaruh pupuk P dan mikoriza terhadap produksi dan mutu simplisia purwoceng. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 22(2): 147156.

Dwidjoseputro, D. 1992. Pigmen Klorofil. Jakarta (ID): Erlangga. pp 67

Elpawati E, Dara SD, Dasumiati D. 2015. Optimalisasi penggunaan pupuk kompos dengan penambahan effective microorganism 10 (Em10) pada produktivitas tanaman jagung (Zea mays L.). Al-Kauniyah: Jurnal Biologi. 8(2): 7787. https:// doi.org/10.15408/kauniyah.v8i2.2693

Elsa RS, Gabriel VA 2013. Physalis angulata L. (Bolsa Mullaca): A Review of its Traditional Uses, Chemistry and Pharmacology. Boletin Latinoamericano y del Caribe de Plants Medicinales y Aromaticas. 12(5): 431445

Fischer G, Herrera A. 2011. Cape Gooseberry (Physalis peruviana). Colombia: Woodhead Publishing Limited. https://doi.org/10.1533/ 9780857092762.374

Fitriyah E. 2012. Pengaruh mikoriza dan umur benih terhadap derajat infeksi, serapan p, pertumbuhan dan hasil padi (Oryza sativa L.) dengan metoda sri (System of Rice Intensification). Majalah Ilmiah SOLUSI. 10(22): 1826

Goldsworthy, Fisher. 1992. Fisiologi Tanaman Budi daya. Yogyakarta (ID): Gadjah Mada University Press.

Hazra F, Gusmaini G, Wijayanti D. 2019. Aplikasi bakteri endofit dan mikoriza terhadap kandungan unsur n, p dan k pada pembibitan tanaman lada. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 21(1): 4249. https://doi.org/10.29244/jitl.21.1.42-49

Herliana O, Rokhminarsi E, Mardini S, Jannah M. 2018. Pengaruh jenis media tanam dan aplikasi pupuk hayati mikoriza terhadap pertumbuhan, pembungaan dan infeksi mikoriza pada tanaman anggrek Dendrobium sp. Kultivasi. 17(1): 550557. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v17i1.15774

Hidayanti A, Pardono, Supriyadi. 2017. Kerapatan dan sifat morfologi ciplukan (Physalis sp.) Di Gunung Kelud, Jawa Timur. Jurnal Hijau Cendekia. 2(2): 7177. https://doi.org/10.14203/beritabiologi. v17i2.3238

Jaenudin A, Sugesa N. 2019. Pengaruh pupuk kandang dan cendawan mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan, serapan M dan hasil tanaman kubis bunga (Brassica Oleracea Var. Botrytis L.). Agroswagati Jurnal Agronomi. 6(1). https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i1.1948

Kartawinata K. 2010. Dua Abad Mengungkap Kekayaan Flora dan Ekosistem Indonesia. Jakarta (ID): LIPI. pp 97

Kasno A, Setyorini D, Tuberkih E. 2006. Pengaruh pemupukan fosfat terhadap produktivitas tanah Inceptisol dan Ultisol. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia. 8(2): 9198.

Koryati T. 2004. Pengaruh penggunaan mulsa dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annum L.). Agronomi. 2(1): 1519.

Mazorra MF, Quintana AP, Miranda D, Fischer G, Chaparro M de Valencia. 2006. Aspectos anatómicos de la formación y crecimiento del fruto de la uchuva Physalis peruviana (Solanaceae). Acta Biol Colomb.11(1): 6981.

Musafa MK, Aini LQ, Prasetya B. 2017. Peran mikoriza arbuskula dan bakteri Pseudomonas fluorescens dalam meningkatkan serapan p dan pertumbuhan tanaman jagung pada andisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 2(2): 191197.

Nggolitu K, Zakaria F, Pembengo W. 2018. Pengaruh pemberian mulsa eceng gondok dan pupuk fosfor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.). Jurnal Agroteknotropika. 7(2): 176183.

Nurmayuli N, Fatmawaty AA, Harahap HA. 2014. Pengaruh dosis pupuk p terhadap pertumbuhan bibit tanaman karet (Havea brasilliensis. Muell, Arg) yang bersimbiosisn dengan mikoriza. Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 21(1): 16.

Paraman S, Harnina S. 2008. Pertumbuhan, kandungan klorofil dan serat kasar pada defoliasi pertama Alfalfa (Medicago sativa L) akibat pemupukan mikorisa. Anatomi Fisiologi. 16(2): 112.

Permanasari I, Sulistyaningsih E. 2013. Kajian fisiologi perbedaan kadar lengas tanah dan konsentrasi giberelin pada kedelai (Glycine max L.). Jurnal Agroteknologi. 4(1): 3139.

Puente LA. 2011. Physalis peruviana, The Multiple Properties of a Highly Functional Fruit. Colombia: Food Research International. Colombia. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2010.09.034

Rahman MA, Bahrudin R. 2015 Aplikasi bakteri pelarut fosfat, bakteri penambat nitrogen dan mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Agrotekbis. 3(3).

Sampson PH, Zarco TP, Mohammed GH, Miller JR, Noland T. 2003. Hyperspectral remote sensing of forest condition: estimatingchlorophyll content in tolerant hardwoods. Forest Science. 49(3): 381391.

Sasli I, Wicaksono A. 2017. Domestikasi tumbuhan potensi obat ciplukan (physalis angulata l.) dengan aplikasi mikoriza arbuskula dan pupuk NPK. Jurnal Kesehatan Khatulistiwa. 3(2): 513522

Setiawan F, Setiawan F. 2020. Pengaruh Sp-36 dan asam humat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L). Jurnal Buana Sains. 19(2): 16. https://doi.org/10.33366/ bs.v19i2.1742

Silva M, Simas S, Batista T, Cardarelli P,Tomassini T. 2005. Studies on antimicrobial activity, in vitro, of Physalis angulate L. (Solanaceae) fraction and physalin B bringing out the importance of assay determination. Mem Inst Oswaldo Cruz. 100: 779782. https://doi.org/10.1590/S0074-0276 2005000700018

Situmorang F. 2013. Pengaruh mulsa serbuk gergaji dan pupuk npk terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada fase main nursery. [Skripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Riau (ID).

Solihin E, Sudirja R, Kamaludin NN. 2019. Pengaruh dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan peningkatan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L.). Agrikultura. 30(2): 4045. https://doi.org/ 10.24198/agrikultura.v30i2.22791

Subhan N, Nurtika, Gunadi N. 2009. Respon tanaman tomat terhadap penggunaan pupuk majemuk NPK 15-15-15 pada tanah latosol pada musim kemarau. Jurnal.Hortikultura. 19(1): 840.

Suharno, Sancayaningsih RP. 2013. Fungi mikoriza arbuskula: potensi teknologi mikorizoremediasi logam berat dalam rehabilitasi lahan tambang. Jurnal Bioteknologi. 10(1): 3142. https:// doi.org/10.13057/biotek/c100104

Sutoyo. 2011. Fotoperiodisme pada Pembungaan Tanaan. Jurnal Buana Sains. 11(2): 137144

Tambunan AS, Fauzi, Guchi H. 2014. efisiensi pemupukan p terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah andisol dan ultisol. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2(2): 414420

Trisilawati O, Yusron M. 2008. Pengaruh pemupukan P terhadap produksi dan serapan P tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Buletin Penelitian Tanaman Obat dan Rempah. 19(1): 3946.

Wei J, Hu X, Yang J, Yang, W. 2012. Identification of Single-Copy Orthologous Genes between Physalis and Solanum lycopersicum and Analysis of Genetic Diversity in Physalis using Molecular Markers. PLOS ONE. 7(11). https://doi.org/10.1371/ journal.pone.0050164

Published
2021-07-28
How to Cite
Wahyunita, N., Herliana, O., Fauzi, A., & Widarawati, R. (2021). Karakter Fisiologi dan Hasil dari Tanaman Ciplukan (Physalis angulata) Pada Perlakuan Pemupukan Fosfat dan Mikoriza. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 26(3), 459-467. https://doi.org/10.18343/jipi.26.3.459