Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Trade Creation Dan Trade Diversion Indonesia Di Kawasan ACFTA+3

  • Siti khamila dewi IPB
  • Sahara IPB University
  • Sri Mulatsih IPB University

Abstract

Indonesia actively involves in Free Trade Area (FTA), such as FTA between ASEAN and China or also known as ACFTA. The study aims to analyze the factors influencing the value of Indonesia's imports and determine the impact of ACFTA on Indonesia's possible trade creation and trade diversion. The study employs the panel data model on secondary data, collected from 2000 to 2018, from WITS, WORLD BANK, UNCTAD, and CEPII. The empirical results show that after the ACFTA enacted, the value of Indonesia's imports from ACFTA member countries increased. The value of Indonesia's imports was significantly and positively influenced by Indonesia's GDP per capita, GDP per capita of trading partners (ACFTA + 3 countries), and economic distance. Meanwhile, the real exchange rate between countries negatively affected the value of Indonesia's imports. Overall, Indonesia is expected to suffer losses from the ACFTA due to the occurrence of trade diversion from non-member countries to member countries in the ACFTA +3 region.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Pertanian. 2007. Prospek dan Pengembangan Agribisnis Cengkeh. Jakarta. Departemen Pertanian.
[Balittro] Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 2012. Rencana Strategis, Balai Penelitian Rempah dan Obat 2012-2014. Bogor: BALITTRO
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2004-2011. Statistik Industri Besar dan Sedang Tahun 2004-2011. Jakarta.
2012-2013. Statistik Industri Manufaktur Tahun 2004-2011. Jakarta.
2000-2013. Statistik Pendidikan Tahun 2000-2013. Jakarta.
Departemen Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agrisbisnis Cengkeh.
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2013. Laporan Kinerja Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2013. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan-Kementerian Pertanian
[Ditjenbun] Direktorat jenderal Perkebunan. 2014. StatistikPerkebunana Cengkeh Indonesia. Jakarta
Fahamsyah, E. 2014. Pembatasan Investasi Asing Pada Usaha Perkebunan. [internet] [diakses Mei 2015]
[FAO] Food and Agricultural Organisation. 2015. http:faostat3.fao.org/home/Index.html [internet] [diakses April 2015]
Gonarsyah, I., S. Hartoyo, Hutagaol M.P. dan Dharmawan A.H. Dharmawan. 1996. Antisipasi Kebijakan Tataniaga Cengkeh Pasca GATT. Bogor: Kerjasama Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dengan Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Hadiwijaya, T. 1988. Pengembangan Produksi Cengkeh di Indonesia dalam Pertemuan Tehnis Penanggulangan Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Tanaman Cengkeh Vol. IV No.1. Bogor: BALITTRO
Karwur, F. dan Semangun H. Semangun. 2014. Cengkeh: Sejarah, Budidaya dan Industri. Bogor : Gramedia.
Kemala, S. 1988. Peranan Cengkeh dalam Perekonomian Indonesia dalam Pertemuan Tehnis Penanggulangan Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Tanaman Cengkeh Vol. IV No.2. Bogor : BALITTRO
Kemala, S, Djisbar A. dan Asman A.. 1989. Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Cengkeh dalam Prosiding Simposium Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Cengkeh : Buku III. Bogor : BALITTRO
Kementerian Pertanian. 2014. Outlook Komoditi Cengkeh. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal – Kemnterian Pertanian
Juanda, B. 2009. Ekonometrika : Pemodelan dan Pendugaan. Bogor. IPB Press.
Juangsana, H. H. 2013. Strategi Pembangunan Agribisnis Komoditas Cengkeh Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani di Kabupaten Trenggalek. [jurnal]
Porter, M.E. 1990. The Competitive Advantege of Nations. Fine Press. New York
[Puslitbangbun] Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. 2012. Infotek Perkebunan Volume 4, Nomor11. Bogor
Radjab, S. 2013. Dampak Pengendalian Tembakau Terhadap Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Serikat kerakyatan Indonesia (SAKTI) dan Center For Law and Order Studies (CLOS)
Raharjo, D. L. 2014. Faktor-faktor yang memengaruhi Daya Saing Produk Olahan Rotan Indonesia di Kawasan ASEAN dan Tiongkok. [Skripsi] Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor.
Rahmanu, R. 2009. Analisis Daya Saing Industri Pengolahan dan Hasil Olahan Kakao Indonesia [Skripsi] Bogor [ID] : Institut Pertanian Bogor.
Ramadhani, F. 2013. Daya Saing The Indonesia di Pasar Internasional. Economics Development Analysis Journal 2(4)
Rumagit, G.A.J. 2007. Kajian Ekonomi Keterkaitan Antara Perkembangan Industri Cengkeh dan Industri Rokok Kretek Nasional. [Tesis] Bogor [ID]: Institut Pertanian Bogor.
Salvatore. 1997. Ekonomi Internasional. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Siburian, R.A. 2008. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Cengkeh Industri Rokok Kretek di Indonesia. [Skripsi] Bogor [ID] : Institut Pertanian Bogor
Situmeang, T.H. 2008. Analisis Produksi, Konsumsi, dan Harga Cengkeh Indonesia.[Skripsi]. Bogor [ID] Institut Pertanian Bogor.
Suthan. 2014. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor cengkeh di Indonesia Tahun 2001-2011. [Skripsi] Makassar : Universitas Hasanuddin.
Suprehatin. 2006. Analisis Daya Saing Ekspor Nenas Segar Indonesia. Ilmu Pertanian Indonesia 11(3) ; 42-48.
Tambunan, T. 2003. Industrialisasi di Negara Sedang Berkembang, Kasus Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Tjahjaprijadi, C. dan W.D. Indarto. 2003. Analisis Pola KOnsumsi Rokok Sigaret Kretek Mesin, Sigaret Kretek Tangan, dan Sigaret Putih Mesin. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 7(4):104-123.
Todaro, M.P. dan S.C. Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi/Edisi Kesembilan, Jilid 1. akarta: Erlangga.
[UNComtrade] United Nation Commodity Trade Statistic Database. Berbagai Terbitan [Internet]. [diakses: April 2015]. Tersedia pada: www.un.comtrade.org.
Widayunita, P. 2007. Analisis Daya Saing Industri Semen Periode 11978-2005. [Skripsi]. Bogor [ID] Institut Pertanian Bogor.
[WITS] World Integrated Trade Solutiom. 2015. Berbagai Terbitan [Internet]. [diakses April 2015]. Tersedia pada wits.world.org
World Bank. 2015. World Bank Economic Database. www.worldbank.org [diakses Maret 2015]
Published
2020-09-22
How to Cite
dewi, S. khamila, Sahara, & Sri Mulatsih. (2020). Dampak ACFTA (ASEAN-China Free Trade Area) Terhadap Trade Creation Dan Trade Diversion Indonesia Di Kawasan ACFTA+3. JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN, 8(1), 84-100. https://doi.org/10.29244/jekp.v8i1.29879