Pengembangan Sistem Pengaturan Larutan Nutrisi Otomatis Pada Budidaya Kentang Aeroponik

  • Wulandari IPB University
  • Neng Wina Sumiar IPB University

Abstract

Penerapan teknik aeroponik pada budidaya kentang dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan. Selain itu, teknik ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tersebut. Akan tetapi, pemberian nutrisi dan proses penyiraman pada teknik ini masih dilakukan secara manual. Teknik yang digunakan saat ini yaitu pengontrolan nutrisi menggunakan alat ukur yang memerlukan sumber daya manusia. Salah satu tantangan dalam budidaya ini yaitu perlunya pemantauan dan pengaturan nutrisi yang optimal. Wadah aeroponik perlu dipantau secara berkala dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dikembangkan sistem otomatisasi pengaturan larutan nutrisi pada budidaya kentang secara aeroponik. Sistem otomatisasi ini diharapkan dapat menciptakan kondisi ideal bagi tanaman, karena alat tersebut mampu mengatur kadar larutan nutrisi yang optimal. Berdasarkan hasil pengujian, sensor Total Dissolved Solids (TDS) mampu mengukur kadar larutan nutrisi campuran dengan akurasi 98.28%. Selain itu, sensor ultrasonik mampu membaca ketinggian air sesuai dengan jarak yang sesungguhnya pada semua pengujian yang dilakukan. Aktuator pergerakan sensor TDS bekerja sesuai dengan skenario yang dikembangkan. Pergerakan tersebut ditujukan untuk memperpanjang usia guna dari sensor yang digunakan. Aktuator bergerak turun ke arah larutan nutrisi ketika jam sistem benilai genap dan bergerak ke atas ketika jam sistem bernilai ganjil. Secara keseluruhan, sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan yang dibuat.

Kata Kunci: aeroponik, kentang, sistem otomatis, sensor, TDS, ultrasonik

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-05-31
How to Cite
Wulandari, & Neng Wina Sumiar. (2021). Pengembangan Sistem Pengaturan Larutan Nutrisi Otomatis Pada Budidaya Kentang Aeroponik. Jurnal Ilmu Komputer Dan Agri-Informatika, 8(1), 57-68. https://doi.org/10.29244/jika.8.1.57-68
Section
Articles