CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA PENGUKURAN KEHARMONISAN KELUARGA (FHS-24)

  • Nailul Fauziah Universitas Airlangga
  • Nurul Hartini Universitas Airlangga
  • Wiwin Hendriani Universitas Airlangga
  • Fajriyanthi Fajriyanthi Universitas Airlangga
Keywords: CFA, FHS-24, Indonesia, keharmonisan keluarga, pengukuran

Abstract

Keharmonisan keluarga adalah ketahanan keluarga secara sosial psikologis, yang merupakan konsep penting sebagai penentu karakter anak dankepribadian positif anak. Namun, belum ditemukan publikasi validitas alat ukur keharmonisan keluarga di Indonesia. Hanya satu pengukuran keharmonisan keluarga dengan validitas dan reliabilitas yang telah dipublikasikan, yaitu FHS-24 (Family Harmony Scale) oleh Kavikondala et al. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alat ukur keharmonisan keluarga FHS-24 pada responden keluarga di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, yaitu penelitian yang melibatkan beberapa variabel dan melihat hubungan antar variabel. Analisis data penelitian menggunakan metode SEM (Structure Equation Models) dengan CFA (Confirmatory Fit Analysis). Jumlah responden adalah 308 suami istri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil yang diperoleh adalah pengukuran keharmonisan keluarga menggunakan skala keharmonisan keluarga FHS-24 merupakan model yang fit untuk digunakan pada keluarga di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari model structural (hubungan antar aspek menunjukkan angka yang valid) maupun model pengukuran (masing-masing pernyataan menunjukkan angka yang valid). Skala FHS-24 dapat digunakan untuk mengukur keharmonisan keluarga di Indonesia.

Author Biographies

Nailul Fauziah, Universitas Airlangga

Program Doktoral Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Terakreditasi A

Nurul Hartini, Universitas Airlangga

Program Doktoral Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Terakreditasi A

Wiwin Hendriani, Universitas Airlangga

Program Doktoral Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Terakreditasi A

Fajriyanthi Fajriyanthi, Universitas Airlangga

Program Doktoral Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga, Terakreditasi A

References

Akbar, R. (2020). Angka Perceraian Meningkat Kemenag Kerjasama dengan BP4. Retrived from www.alinea.id/nasional/angka-perceraian-meningkat-kemenag-kerjasama-dengan-bp4b1ZT59xdU. Diakses pada September 2020.

Andreina, L., Kusyanti, A., & Rokhmawati, R. I. (2017). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi niat pengguna internet untuk menggunakan fungsi single sign on google dengan metode SEM (structural equation modeling). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (J-PTIIK) Universitas Brawijaya, 1(10), 1100–1109.

Anjassari, W. M., Rustiyarso., & Budjang, G. (2015). Analisis keharmonisan keluarga petani melayu dalam membentuk kepribadian anak di Desa Nanga Suhaid. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Katulistiwa, 4(3), 1-15.

Asilah, A., & Hastuti, D. (2013). Hubungan tingkat stres ibu dan pengasuhan penerimaan penolakan dengan konsep diri remaja pada keluarga bercerai. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 7(1), 10–18. doi: 10.24156/jikk.2014.7.1.10.

Asoodeh, M. H., Daneshpour, M., Khalili, S., Lavasani, M. G., Shabani, M. A., & Dadras, I. (2011). Iranian successful family functioning: Communication. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 30, 367–371. doi: 10.1016/J.SBSPRO.2011.10.072.

Bakar, A. A., & Afthanorhan, A. (2016). Confirmatory factor analysis on family communication patterns measurement. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 219(2016), 3340. doi: 10.1016/j.sbspro.2016.04.029.

Berlianti, D., Vitalaya, A., Hastuti, D., Sarwoprasojdo, S., & Krisnatuti, D. (2017). Ada apa dengan komunikasi orang tua-remaja?: Pengaruhnya terhadap agresivitas remaja pada sesama. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 9(3), 183-194. doi: 10.24156/jikk.2016.9.3.183.

[BKKBN] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2015). Rencana Strategis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 2015-2019. Retrieved from www.bkkbn.go.id/po-content/uploads/RENSTRA-BKKBN-2015-2019.pdf. Diakses tanggal 9 April 2019.

Chuang, Y. C. (2005). Effects of interaction pattern on family harmony and well-being: Test of interpersonal theory, relational-models theory, and confucian ethics. Asian Journal of Social Psychology, 8(3), 272-291. doi: 10.1111/j.1467-839X.2005.00174.x.

DeFrain, J., & Stinnett, N. (2002). Family strengths. In J. J. Ponzetti, Jr. (Ed.), International Encyclopedia of Marriage and Family (2nd ed., pp. 637-642). New York, NY: Macmillan Reference Group.

Fauziah, N. (2020). The concept of family’s harmony in multiple cultural settings, what about the family harmony with autism children in indonesia? A literature study. The Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families, 8(4), 1–6. doi: 10.1177/1066480720904027.

Fiske, A. P. (1992). The four elementary forms of sociality: Framework for a unified theory of social relations. Psych Rev, 99(4), 689–7239. doi: 10.1037/0033-295x.99.4.689.

Ghozali, I. (2018). Struktural equation modeling: Teori, konsep dan aplikasi dengan Program Lisrel 9.10, (Edisi 4). Semarang, ID: Badan Penerbit Undip.

Gunarsa, S. D. (2005). Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta, ID: BPK Gunung Mulia.

Hair Jr., J. F., Anderson, R. E., Tatham, R. L., & Black, W. C. (1998). Multivariate Data Analysis (5th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.

Handayani, N., & Fauziah, N. (2016). Hubungan keharmonisan keluarga dengan kecerdasan emosional pada guru bersertifikasi sekolah menengah atas swasta berakreditasi A wilayah Semarang Barat. Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1 Undip, 5(2), 408–412.

Hawari, D. (2010). Al-quran ilmu kedokteran jiwa dan kesehatan mental. Jakarta, ID: Dana Bhakti Yasa.

Herawati, N., Setyaningsih., & Herlambang, S. M. (2019). Peran dukungan keluarga dan keharmonisan perkawinan orangtua dalam pendidikan spiritual anak. Jurnal Wacana, 11(2), 213-221. doi: 10.13057/wacana.v11i2.147.

ITC guidelines for translating and adapting tests (2nd edition). (2017). International Journal of Testing, 18(2), 101–134. doi: 10.1080/15305058.2017.1398166.

Kavikondala, S., Stewart, S. M., Ni, M. Y., Chan, B. H. Y., Lee, P. H., Li, K.-K., McDowell, I., Johnston, J. M., Chan, S. S., Lam, T. H., Lam, W. W. T., Fielding, R., & Leung, G. M. (2016). Structure and validity of family harmony scale: An instrument for measuring harmony. Psychological Assessment, 28(3), 307–318. doi: 10.1037/pas0000131.

Kementerian Hukum dan HAM. (2016). Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan Nomor 2 Tahun 2016. Retrieved from www.ditjenpp.kemenkumham.go.id. Diakses tanggal 9 April 2019.

Khadifa, L., & Sugihen, B. T. (2018). Hubungan antara keharmonisan keluarga dan kehadiran belajar siswa di sekolah menengah atas (SMA) negeri 5 di kota banda aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, 3(1), 316 330.

[KPPPA & BPS] Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Badan Pusat Statistik. (2016). Pembangunan Ketahanan Keluarga 2016. Retrieved from https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/9455b-buku-pembangunan-ketahanan-keluarga-2016.pdf. Diakses tanggal 9 April 2019.

Lam, W. W. T., Fielding, R., McDowell, I., Johnston, J., Chan, S., Leung, G. M., & Lam, T. H. (2012). Perspectives on family health, happiness and harmony (3H) among Hong Kong Chinese people: a qualitative study. Health Education Research, 27(5), 767–779. doi: 10.1093/her/cys087.

Lombardi, C. M. P. (2021). Family income and mothers’ parenting quality: Within-family associations from infancy to late childhood. Children and Youth Services Review, 120(2020), 105799. doi: 10.1016/j.childyouth.2020.105799.

Moos, R. J., & Moos, B. S. (1981). Family environment scale. Paolo Alto. CA: Consulting Psychologists' Press.

Muhammad, L. Y. B., Muflikhati, I., & Simanjuntak, M. (2019). Religiusitas, dukungan sosial, stres, dan penyesuaian wanita bercerai. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 12(3), 194–207. doi: 10.24156/jikk.2019.12.3.194.

Nur, A. S., & Bahriyah, E. N. (2008). Komunikasi lintas budaya dalam perspektif perilaku konsumen. Jurnal Komunikologi, 5(2), 192–200.

Nuraini, A., & Hartini, N. (2021). Peran acceptance and commitment therapy (ACT) untuk menurunkan stres pada family caregiver pasien kanker payudara. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 14(1), 27–39. doi: 10.24156/jikk.2021.14.1.27.

Partiyem. (2016). Hubungan keharmonisan keluarga dengan hasil belajar mata pelajaran prakarya siswa sekolah menengah pertama Patean. KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 2(1), 31–40. doi: 10.30738/keluarga.v2i1.1815.

Pasaribu, R. M., Hastuti, D., & Alfiasari, A. (2013). Gaya pengasuhan permisif dan rendahnya sosialisasi nilai dalam keluarga berisiko terhadap penurunan karakter remaja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 6(3), 163–171. doi: 10.24156/jikk.2013.6.3.163.

Perry, A., Harris, K., & Minnes, P. (2012). Family environments and family harmony: An exploration across severity, age, and type of DD. Journal on Developmental Disabilities, 11(1), 17–29.

Pottas, S. (2009). An exploratory study of family harmony in family businesses (Mini-dissertation, The North-West University, Potchefstroom Campus, South Africa). Retrieved from https://repository.nwu.ac.za/bitstream/handle/10394/4159/pottas_s.pdf?sequence=1.

Rahayu, K. S. I., Zikra, & Yusri. (2013). Hubungan antara keharmonisan keluarga dan motivasi belajar siswa. Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 191-196. doi: 10.24036/0201321909-0-00.

Respati, A. D., Muhariati, M., & Hasanah, U. (2014). Hubungan antara ketahanan keluarga dengan kenakalan remaja. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 1(2), 41. doi: 10.21009/JKKP.012.07.

Rioux, C., Ryan, N. C., Parent, S., & Seguin, J. R. (2016). The interaction between temperament and the family environment in adolescent substance use and externalizing behaviors: Support for diathesis–stress or differential susceptibility?. Developmental Review, 40(2016), 117–150. doi: 10.1016/j.dr.2016.03.003.

Rizak, M. (2018). Peran pola komunikasi antarbudaya dalam mencegah konflik antar kelompok agama. IsLam et alic Communication Journal, 03(1), 88–104. doi: 10.21580/icj.2018.3.1.2680.

Saputri, E. M. (2014). Hubungan interaksi sosial dan keharmonisan keluarga dengan perilaku agresif pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Baureno-Bojonegoro. Jurnal BK UNESA, 4(1), 375–382.

Septiana, V. S., Krisnatuti, D., & Simanjuntak, M. (2014). Faktor suku dalam pola komunikasi, penyesuaian suami istri, dan keharmonisan keluarga. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 7(1), 1-9. doi: 10.24156/jikk.2014.7.1.1

Sharif, M. S. M., Zahari, M. S. M., Nor, N. M., & Muhammad, R. (2015). The significance of hari raya food towards Malay community in Malaysia. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 201(2015), 175–181. doi: 10.1016/j.sbspro.2015.08.166.

Soltani, A., Hosseini, S., & Mahmoodi, M. (2013). Predicting Identity style based on family communication pattern in young males. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 84(2013), 1386–1390. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.06.761.

Wilson, J., & Tonner, A. (2020). Doing family: The constructed meanings of family in family farms. Journal of Rural Studies, 78(2020), 245–253. doi: 10.1016/j.jrurstud.2020.06.002.

Zarnaghash, M., & Zarnaghash, N. (2013). The relationship between family communication patterns and mental health. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 84(2013), 405–410. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.06.575.

Published
2021-10-22
How to Cite
FauziahN., HartiniN., HendrianiW., & FajriyanthiF. (2021). CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA PENGUKURAN KEHARMONISAN KELUARGA (FHS-24). Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 14(3), 227-240. https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.227