Preferensi Risiko Petani Padi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur

  • Natasa Apriana Program Studi Agribisnis, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor Jl. Raya Dramaga, Gedung Sekolah Pascasarjana IPB, Kampus IPB Dramaga 16680
  • Anna Fariyanti Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper Wing 2 Level 5, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
  • Burhanuddin Burhanuddin Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper Wing 2 Level 5, Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Keywords: flood, Bengawan Solo watershed, the behaviour, risk

Abstract

Bojonegoro Regency is one of the major sources of food and energy and the 4th largest rice production center in East Java Province; however, it is the most vulnerable region to flood from Bengawan Solo River. The fluctuation of rice production for the last six years shows the existence of rice production risk in Bojonegoro. This research aims to analyze the factors that affect rice production and production risk in Bojonegoro Regency and to analyze the behavior of rice farmers in facing production risk. The data used were secondary data from the Research Center for Disaster of IPB 2016, and the research was held in Kegungprimpen Village, Kanor of Bojonegoro Regency from March-April 2016 with 50 samples from the rice farmers. The data were analyzed using multiple linier regression analysis and absolute risk averse (AR). The results show that the variables of land width, pesticides, and flooding are the increasing risk factors, while those of labor, chemical fertilizer and organic fertilizer are the reducing risk factors. The behavior of farmers in facing the production risk a whole shows that the entire rice farmers in e Kedungprimpen Village are risk takers. Assistance in the use of inputs of pesticides and agricultural insurance are required because they can provide protection to rice farmers as anticipation against rice production risk.

Keywords: flood, Bengawan Solo River watershed, preference, risk

ABSTRAK

Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu wilayah lumbung pangan dan energi serta sentra produksi padi tertinggi ke 4 di provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang paling rentan terhadap bencana banjir sungai Bengawan Solo. Fluktuasi produksi selama enam tahun terakhir menunjukan adanya risiko produksi di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang memengaruhi produksi dan risiko produksi dan menganalisis preferensi risiko petani padi padi di Kabupaten Bojonegoro. Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil penelitian Pusat Studi Bencana IPB tahun 2016 yang dilaksanakan pada bulan Maret - April 2016 di Desa Kegungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dengan sampel yang digunakan, yaitu 50 petani padi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan absolute risk averse (AR). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel luas lahan, pestisida, dan banjir merupakan faktor peningkat risiko (risk increasing factors), sedangkan tenaga kerja, pupuk kimia dan pupuk organik merupakan faktor pengurang risiko (risk reducing factors). Preferensi risiko petani secara keseluruhan menunjukkan bahwa seluruh petani padi yang ada di Desa Kedungprimpen bersifat risk taker. Perlu adanya pendampingan penggunaan input pestisida dan asuransi pertanian yang dapat memberikan perlindungan kepada petani padi sebagai antisipasi terhadap risiko produksi

Kata kunci: banjir, das bengawan solo, preferensi, risiko

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-07-17
How to Cite
Apriana, N., Fariyanti, A., & Burhanuddin, B. (2017). Preferensi Risiko Petani Padi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Manajemen & Agribisnis, 14(2), 165. https://doi.org/10.17358/jma.14.2.165