PEMBENIHAN IKAN KOI CYPRINUS RUBROFUSCUS Cyprinus rubrofuscus (Lacepede, 1803) DI MINA KARYA KOI, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Hatchery and Intermediate Rearing of Koi Carp Cyprinus Rubrofuscus (Lacepede, 1803) at Mina Karya Koi, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta

  • Muhammad Arif Mulya
  • Giri Maruto Darmawangsa Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor
  • Ratu Mutiara Wali Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor
  • Santoso Santoso Mina Karya Koi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Keywords: ikan, koi, ikan koi, koi fish, fish, Cyprinus rubrofuscus, hatchery, pembenihan

Abstract

ABSTRACT
The introduced freshwater ornamental fish commodity which is a favorite in the international market with relatively stable prices in the market is the koi fish Cyprinus rubrofuscus. The average increase in koi fish production is 11,6% every year. The koi fish observed were showa. The broodstock of koi fish are fed in the form of Shoori Superior Koi Food Spirulina variant with the ad satiation method. The average eggs produced in spawning were 288,300 eggs with FR 78,3%, and HR 87,98%. Koi fish hatchery activities produce 2-3 cm larvae in 14 days and produce 5-10 cm in 45 days. Mina Karya Koi is able to produce quality larvae and seeds as many as 147,000 tail of fish for a year with an SR (Survival Rate) produced for 45 days of 85,6%. This hatchery activity has an R/C ratio of 2,5 with a selling price of larvae of Rp150 000 per kg and a selling price of seeds of Rp3 000 per tail of fish.
Key words : Koi Fish, Cyprinus rubrofuscus, Hatchery

ABSTRAK
Komoditas ikan hias air tawar introduksi yang menjadi favorit di pasar internasional dengan harga relatif stabil di pasar adalah ikan koi Cyprinus rubrofuscus. Kenaikan rata-rata produksi ikan koi sebesar 11,6% per tahun. Ikan koi yang diamati adalah ikan koi jenis showa. Induk ikan koi diberikan pakan berupa Shoori Superior Koi Food varian Spirulina dengan metode ad satiation atau sekenyangnya. Rata-rata telur yang dihasilkan dalam pemijahan yaitu sekitar 288.300 butir telur dengan FR 78,3%, dan HR 87,98%.  Kegiatan pembenihan ikan koi menghasilkan larva ukuran 2-3 cm dalam waktu 14 hari dan menghasilkan benih ukuran 5-10 cm dalam waktu 45 hari. Mina Karya Koi mampu menghasilkan larva dan benih yang berkualitas sebanyak 147.000 ekor per tahun dengan SR (Survival Rate) yang dihasilkan selama 45 hari sebesar 85,6%. Kegiatan pembenihan ini memiliki R/C ratio sebesar 2,5 dengan harga jual larva sebesar Rp150 000 per kg dan harga jual benih sebesar Rp3 000 per ekor.
Kata kunci : Ikan Koi, Cyprinus rubrofuscus, Pembenihan

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Santoso Santoso, Mina Karya Koi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

ABSTRACT
The introduced freshwater ornamental fish commodity which is a favorite in the international market with relatively stable prices in the market is the koi fish Cyprinus rubrofuscus. The average increase in koi fish production is 11,6% every year. The koi fish observed were showa. The broodstock of koi fish are fed in the form of Shoori Superior Koi Food Spirulina variant with the ad satiation method. The average eggs produced in spawning were 288,300 eggs with FR 78,3%, and HR 87,98%. Koi fish hatchery activities produce 2-3 cm larvae in 14 days and produce 5-10 cm in 45 days. Mina Karya Koi is able to produce quality larvae and seeds as many as 147,000 tail of fish for a year with an SR (Survival Rate) produced for 45 days of 85,6%. This hatchery activity has an R/C ratio of 2,5 with a selling price of larvae of Rp150 000 per kg and a selling price of seeds of Rp3 000 per tail of fish.
Key words : Koi Fish, Cyprinus rubrofuscus, Hatchery

ABSTRAK
Komoditas ikan hias air tawar introduksi yang menjadi favorit di pasar internasional dengan harga relatif stabil di pasar adalah ikan koi Cyprinus rubrofuscus. Kenaikan rata-rata produksi ikan koi sebesar 11,6% per tahun. Ikan koi yang diamati adalah ikan koi jenis showa. Induk ikan koi diberikan pakan berupa Shoori Superior Koi Food varian Spirulina dengan metode ad satiation atau sekenyangnya. Rata-rata telur yang dihasilkan dalam pemijahan yaitu sekitar 288.300 butir telur dengan FR 78,3%, dan HR 87,98%.  Kegiatan pembenihan ikan koi menghasilkan larva ukuran 2-3 cm dalam waktu 14 hari dan menghasilkan benih ukuran 5-10 cm dalam waktu 45 hari. Mina Karya Koi mampu menghasilkan larva dan benih yang berkualitas sebanyak 147.000 ekor per tahun dengan SR (Survival Rate) yang dihasilkan selama 45 hari sebesar 85,6%. Kegiatan pembenihan ini memiliki R/C ratio sebesar 2,5 dengan harga jual larva sebesar Rp150 000 per kg dan harga jual benih sebesar Rp3 000 per ekor.
Kata kunci : Ikan Koi, Cyprinus rubrofuscus, Pembenihan

Published
2021-12-31