Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta

  • Suryani Purnomo Universitas Respati Indonesia
  • Pudji Muljono Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Djoko Susanto Institut Pertanian Bogor (IPB)
  • Sri Harijati Universitas Terbuka
Keywords: Green Open Space, Manager Capacity, Role of Stakeholders, Sustainability

Abstract

The quantity and quality of green open space (RTH) in big cities in Indonesia has decreased and resulted in environmental damage. The existence of green space is very much needed by the people of DKI Jakarta. However, the availability has not met the standards set by law, it is suspected that the capacity of RTH managers and the role of stakeholders in encouraging land use for RTH sustainability is not maximized. This study aims to analyze the level of sustainability of RTH and analyze the factors that influence the sustainability of RTH in DKI Jakarta. The research method uses quantitative data with survey methods and questionnaires as a data collection tool. The number of samples taken as many as 340 people for sub-districts and villages was selected by purposive sampling with the consideration that there are green alley activities for the sustainability of RTH. Data were collected from December 2019 to February 2020. The data were analyzed descriptively using SPSS 24 and inferential PLS 3. The results showed that the level of sustainability of RTH in DKI Jakarta was in the low category on economic, ecological, socio-cultural aspects and very low category for aesthetics. Stakeholder support has a positive and real impact on the sustainability of RTH which is reflected by the role of the government, community, media and extension workers. Manager capacity also has a positive and significant impact on the sustainability of RTH which is reflected by technical, managerial and social capacities.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Ruang Kawasan Perkotaan.

Anonim. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang

Anonim, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.Menteri Pekerjaan Umum. Jakarta.

Ahmad Rifqi Fauzi1)*,Annisa Nur Ichniarsyah1), H. A. (2016). Urban Agricuture : Urgency, Role, and Best Practice. Jurnal Agroteknologi, 10(1), 49–62.

Arikunto S. (2010). Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Armaeni, N. K., Suranata, P. G., Gde, I. W., & Triswandana, E. (2017). Pemberdayaan Obyek Guna Lahan Di Kawasan Desa Sanur Sebagai Alternatif Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Kota Denpasar. 2–7.

Aslamia, Mardin, & Hamzah, A. (2017). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasia Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 2(1), 6–9. Retrieved from http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMDPdoi:http://dx.doi.org/10.33772/jimdp.

v2i1.6650

Cahya, D. L., Widyawati, L. F., & Ayodhia, F. W. (2016). Evaluasi ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bekasi. Jurnal Planesa, 7(1), 1–9.

Cress Well. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches.Choosing among Five Approaches. housand Oaks, CA: Sage.

Fuady, M. (2011). Ruang terbuka hijau ekologis sebagai penyedia oksigen dan penyimpan air untuk kota banda aceh. (2008).

Hendra Wijanto, R. K. H. (2017). Implementasi Kebijakan RTH DI KOTA ADMINITRASI JAKARTA UTARA PROVINSI DKI JAKARTA. Jurnal Ilmu Adminitrasi Publik, 2(1), 32–42.

Hidayani, H., & Warsono, H. (2017). Analisis Kemitraan dalam Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang. Journal Of Public Policy And Management Review, 6(2), 1–13.

Imas Gandasari, Hotimah, O., & Miarsyah, M. (2021). Pemanfaatan Ruang Terbuka Kampus Sebagai Potensi Menjaga Lingkungan. Jurnal Green Growth Dan Manajemen Lingkungan, 9(2), 71–85. https://doi.org/10.21009/jgg.092.04

Infokum, S., & Binbangkum, D. (2007). Permen No.01-2007. 1–8.

Iswari, A. N. (2014). Strategi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan. Kebijakan Dan Manajemen Publik, 1(1), 1–9. Retrieved from http://repository.unair.ac.id/16213/

Lestari, S. P., Noor, I., Ribawanto, H., Publik, J. A., Administrasi, F. I., & Brawijaya, U. (2012). DALAM UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE CITY ( Studi Pada Masterplan Pengembangan RTH Tahun 2012-2032 di Kabupaten Nganjuk ). 2(3), 381–387.

Lini, L., Hamzah, A., & Abdullah, S. (2018). Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Kelurahan Benua Nirae Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 3(5), 128–132.

Mulyanie, E., & As’ari, R. (2019). Fungsi Edukasi Ruang Terbuka Hijau Taman Kota Tasikmalaya. 338–345.

Prakoso, P., & Herdiansyah, H. (2019). Analisis Implementasi 30% Ruang Terbuka Hijau Di Dki Jakarta. Majalah Ilmiah Globe, 21(1), 17. https://doi.org/10.24895/mig.2019.21-1.869

Pratiwi, L. Y., Tohjiwa, A. D., & Mildawani, I. (2020). Produksi Ruang Terbuka Hijau Publik Taman Terpadu. Lanskap Indonesia, 12(2), 63–72.

Putra, H. A., & Roosandriantini, J. (2021). Ketersediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kampus UKDC Surabaya Availability and Utilization of Green Open Space at UKDC Surabaya Campus. Arsitektura, 19(1), 1–12. Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/Arsitektura/article/view/44374

Riyanto Suprayitno, A., Sumardjo, S., S. Gani, D., & Ginting Sugihen, B. (2011). MODEL PENINGKATAN PARTISIPASI PETANI SEKITAR HUTAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMIRI RAKYAT: Kasus Pengelolaan Hutan Kemiri Kawasan Pegunungan Bulusaraung Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 8(3), 176–195. https://doi.org/10.20886/jsek.2011.8.3.176-195

Rojas, C., Páez, A., Barbosa, O., & Carrasco, J. (2016). Accessibility to urban green spaces in Chilean cities using adaptive thresholds. Journal of Transport Geography, 57(December), 227–240. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2016.10.012

Samsudi. (2010). Ruang Terbuka Hijau Kebutuhan Tata Ruang Perkotaan Kota Surakarta. Journal of Rural and Development, Vol. 1(No. 1), Hal. 11-19.

Saputra, W., & Ma’sum, F. R. (2017). Perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada Kawasan Kelurahan Pampang Kota Makassar. D007-D010. https://doi.org/10.32315/ti.6.d007

Setiyawan, N., & Akbari, T. (2021). Analisis Proyeksi Perubahan Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kota Cilegon Pada Tahun 2025. JURNALIS: Jurnal Lingkungan, 4(1), 70–79. Retrieved from http://ejournal.lppm-unbaja.ac.id/index.php/jls/article/view/1215

Setyani, W., Risma, S., Sitorus, P., & Panuju, R. (2017). Analisis Ruang Terbuka Hijau dan Kecukupannya di Kota Depok An Analysis of Greenery Open Space and Its Adequacy in Depok City. Buletin Tanah Dan Lahan, 1(1), 121–127.

Suryani, Muljono, P., Susanto, D., & Harijati, S. (2021). Factors Affecting the Capacity of Green Gang Managers in the Utilization of Yards for Green Open Space in Jakarta. 4(2), 149–162.

Sudibyo, R. P., Bakhtiar, A., & Hasanah, M. A. (2019). Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Penyuluh dengan Pelaksanaan Tugas Pokok Penyuluh Pertanian di Kota Batu. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(4), 710–719. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.04.6

Supratiwi, S. (2019). Studi ruang terbuka hijau dalam kebijakan pengelolaan lingkungan hidup Pemerintah Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 3(2), 89. https://doi.org/10.14710/jiip.v3i2.3878

Susilowati, I. (2017). Konsep Pengembangan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) pada Permukiman Kepadatan Tinggi. Jurnal Pembangungan Wilayah Dan Kota, 9(4), 429–438.

Triana, D., Aspar, & Jumarni. (2020). Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar. Jurnal Lanskap Indonesia, 11(2), 43–47. https://doi.org/10.29244/jli.v11i2.22116

Wahyuningsih, H. (2018). Perhitungan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan Jenis Publik (Studi Kasus : Kota Surakarta). Jurnal Arsitektur Dan Perencanaan (JUARA), 1(1), 106–115. https://doi.org/10.31101/juara.v1i1.368

Woltjer, J. (2014). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(1), 1–16. https://doi.org/10.5614/jpwk.2014.25.1.1

Published
2021-09-28
How to Cite
Purnomo, S., Muljono, P., Susanto, D., & Harijati, S. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberlanjutan Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 237-245. https://doi.org/10.25015/17202135452